Aurelie Moeremans Merasa Tak Lagi Sendirian Usai 'Broken Strings' Viral

1 hour ago 2

Diperbarui 15 Januari 2026 06:43 WIB

Aurelie Moeremans Merasa Tak Lagi Sendirian Usai 'Broken Strings' Viral
Aurelie Moeremans (credit: instagram.com/aurelie)

Kapanlagi.com - Kesuksesan buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans ternyata memberikan dampak emosional yang luar biasa bagi sang aktris. Setelah bertahun-tahun memendam cerita pilu masa lalunya sendirian, kini Aurelie merasa beban berat yang selama ini ia pikul perlahan-lahan mulai terangkat.

Aurelie mengungkapkan bahwa sejak buku tersebut viral, ia menerima banyak sekali dukungan dari publik. Menariknya, dukungan tersebut bukan hanya datang dari penggemar, melainkan juga dari orang-orang yang memiliki luka serupa namun selama ini memilih untuk diam.

Baca berita lainnya di Liputan6.com!

1. Aurelie Moeremans Mendapat Energi Positif

Energi positif yang ia dapatkan membuatnya merasa bahwa kejujurannya membuahkan hasil yang manis. Ia merasa tidak lagi merasa terasing dengan memori masa lalunya karena kini banyak orang yang bersedia merangkul dan memahami posisinya tanpa memberikan penghakiman.

"Selain cerita dari orang tua dan anak anak muda, energi yang paling terasa itu rasa "lega". Banyak pesan yang tidak dipublikasikan, yang sangat personal dan sunyi. Orang orang yang tidak minta diviralkan, tidak minta di repost, mereka cuma ingin didengar," kata Aurelie Moeremans saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).

2. Rasa Percaya Diri Aurelie Kembali Tumbuh

 instagram.com/aurelie)

Aurelie juga menambahkan bahwa ada rasa percaya diri yang kembali tumbuh dalam dirinya. Kepercayaan bahwa menceritakan sebuah kebenaran, sepahit apa pun itu, tetap memiliki nilai yang sangat berharga bagi orang lain yang sedang membutuhkan penguatan.

"Ada juga energi kepercayaan. Kepercayaan bahwa kejujuran masih punya tempat. Dan yang paling menguatkan, aku merasa tidak sendirian lagi membawa cerita ini. Rasanya seperti beban yang selama ini aku pikul sendiri, sekarang dipegang ramai ramai, dengan empati, bukan penghakiman," tuturnya.

3. Aurelie Moeremans Akui Belum Pulih Sepenuhnya

Meski demikian, Aurelie menegaskan bahwa buku ini bukan sekadar menunjukkan bahwa dirinya sudah sembuh total. Justru, keberanian untuk menuliskan detail kejadian tersebut adalah bukti nyata bahwa ia sedang berjuang menghadapi luka-luka lama yang masih tertinggal.

"Menulis Broken Strings itu bukan karena aku sudah pulih sepenuhnya lalu ingin menunjukkan ke publik kalau aku baik baik saja. Justru kebalikannya. Proses menulisnya adalah bagian dari proses pulih itu sendiri," jelas Aurelie lagi.

4. Berharap Broken Strings Bisa Jadi Teman Bagi yang Merasa Takut

 instagram.com/aurelie)

Melalui Broken Strings, Aurelie berharap bisa menjadi teman bagi mereka yang masih merasa takut untuk bersuara. Ia ingin setiap pembacanya tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit dalam hidup mereka.

"Awalnya bukan untuk konsumsi publik. Aku menulis sebagai bentuk kejujuran ke diri sendiri. Dulu, waktu aku masih kecil dan mencoba bersuara, responsnya justru menyakitkan. Jadi ada trauma untuk bercerita," katanya.

5. Aurelie Moeremans Sadar Banyak Perempuan yang Alami Hal Sama

"Tapi seiring waktu, aku sadar banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa dan merasa sendirian. Dari situ aku merasa, mungkin ceritaku bisa jadi teman buat mereka," pungkas Aurelie Moeremans.

Semangat buat Aurelie!

Berita Foto

(kpl/far/pit)

Read Entire Article