Bahlil: Prabowo Bicara Energi dan Hilirisasi ke Guru Besar

1 hour ago 4

PRESIDEN Prabowo Subianto mengumpulkan para guru besar dan pimpinan universitas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang mengikuti forum tersebut, mengungkapkan kepala negara memaparkan isu hilirisasi dan energi kepada para akademikus.

Bahlil berujar Presiden Prabowo memberikan penjelasan kepada semua pimpinan perguruan tinggi yang hadir, baik dari kampus negeri maupun swasta. "Saya kebetulan mendampingi, Bapak Presiden menjelaskan tentang kondisi negara kita, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan energi," kata Bahlil di Istana Kepresidenan sesuai forum.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Bahlil, Prabowo sempat menyinggung soal Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara kepada para akademikus. Aturan itu menetapkan kampus bisa menjadi penerima manfaat dari bisnis pertambangan melalui skema pendanaan riset, beasiswa, atau kerja sama pengembangan.

Meski begitu, kata Bahlil, Prabowo tidak mendiskusikan hubungan pengelola tambang dengan kampus secara spesifik. "Tapi bahwa memang secara undang-undang sekarang adalah kampus bisa menerima manfaat daripada pengelolaan tambang," ucap Ketua Umum Partai Golkar ini.

Selain itu, Bahlil menyampaikan pandangannya soal pertemuan Prabowo dengan para akademikus. Dia menilai forum itu adalah langkah yang baik. "Karena ada suatu komunikasi antara Bapak Presiden dengan para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dan swasta," tuturnya.

Menurut Bahlil, Prabowo juga memberi taklimat kepada guru besar dan pejabat kampus yang hadir. "Banyak hal, tentang bagaimana bernegara, kemudian juga bagaimana Indonesia bisa survival di era geopolitik yang seperti sekarang," kata dia.

Presiden Prabowo mengundang sekitar 1.200 akademikus ke Istana Kepresidenan hari ini. Dalam forum itu, Prabowo memaparkan berbagai program pemerintah kepada mereka.

Guru Besar Ilmu Politik pada Universitas Pendidikan Indonesia, Cecep Darmawan, mengatakan pertemuan antara para profesor dan pimpinan perguruan tinggi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta Pusat, tanpa sesi dialog. Ia mengatakan para guru besar dan pimpinan kampus yang datang dari berbagai daerah tidak diberikan kesempatan untuk bertanya maupun menyampaikan aspirasi kepada presiden. 

Cecep memperoleh informasi bahwa pertimbangan pertemuan dengan Presiden Prabowo tanpa dialog itu karena waktu yang terbatas. “Jadi, paparan Presiden saja,” kata Cecep kepada Tempo seusai pertemuan di Iatana, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Dalam pertemuan itu, Presiden menjanjikan akan menggelar pertemuan secara khusus untuk menyerap aspirasi dari perguruan tinggi. “Prabowo mengatakan akan ada pertemuan berikutnya yang bisa ada dialog,” ujar Cecep.

Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article