BMKG Ungkap Potensi Tsunami di Danau Maninjau, Ini Penyebabnya

2 weeks ago 16

Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap adanya potensi gelombang tsunami di sekitar kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Hal itu disebabkan oleh aktivitas patahan atau Segmen Kajai-Talamau.

"Segmen Kajai-Talamau ini, jika terjadi gempa bumi maksimum 6,1 magnitudo, maka ada potensi tsunami Danau Maninjau meskipun tidak signifikan," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suaidi Ahadi saat dihubungi di Kota Padang, dilansir Antara, Rabu (31/12/2025).

Suaidi menjelaskan, jika terjadi lindu akibat pergeseran patahan atau Segmen Kajai-Talamau, bisa berimbas pada longsoran di sekitar kawah maupun danau tektonik tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Longsoran itulah yang menyebabkan aktivitas tsunami," ucapnya.

Dia menyebut peristiwa tsunami danau di Ranah Minang pernah terjadi pada 2007 di Danau Singkarak, yang berada di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Tsunami itu dipicu oleh aktivitas patahan Sumani yang menyebabkan gempa Padang Panjang dengan magnitudo 6,1 sebanyak dua kali.

"Jadi, potensi tsunami Danau Maninjau ini memang ada, terutama jika terjadi longsoran di kawah atau tebing danau," ujarnya.

Lebih jauh, Suaidi mengatakan BMKG bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta beberapa perguruan tinggi telah melakukan kajian mengenai Segmen Kajai-Talamau dengan potensi ancaman maksimum magnitudo 6,1.

Ke depan, BMKG bersama instansi terkait segera membuat pemodelan mengenai potensi ancaman tsunami Danau Maninau yang bersinggungan langsung dengan Patahan Kajai-Talamau. Sebab, hingga kini belum ada pemodelan khusus untuk memperkirakan waktu untuk menyelamatkan diri (golden time).

Saksikan Live DetikSore:

(fas/idh)

Read Entire Article