BADAN Gizi Nasional (BGN) berencana melibatkan guru dan mahasiswa untuk mengajarkan materi gizi dalam program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah-sekolah penerima manfaat. Menurut BGN, langkah ini ditempuh untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai nilai gizi makanan yang mereka konsumsi setiap hari.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Wakil Ketua BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pemerintah mendorong agar materi gizi masuk dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Saya kemarin sudah bertemu dengan Dirjen PAUD dan Dikdasmen. Saya meminta agar di sekolah-sekolah nanti ada jam pelajaran gizi,” kata Nanik saat Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG serta Pengawasan dan Pemantauan Satuan Pelaksanaan Pelayanan Gizi (SPPG) di Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu, 10 Januari 2026.
Menurut Nanik, pemberian materi gizi secara terstruktur akan membantu siswa memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan terbiasa mengonsumsi sayur, lauk, buah, dan susu yang disediakan dalam program MBG, sekaligus mengurangi makanan yang terbuang.
Keterlibatan guru dan mahasiswa ini merupakan tindak lanjut Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 tentang pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Program MBG yang terdiri dari 17 kementerian dan lembaga. Tim tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dengan Nanik sebagai Ketua Pelaksana Harian.
“Berdasarkan Keppres itu, BGN tidak lagi bekerja sendiri dalam mengelola program MBG,” ujar Nanik. Selama ini, edukasi gizi di sekolah dilakukan oleh Kepala Satuan Pelaksanaan Pelayanan Gizi (SPPG). Ke depan, guru akan mendapat peran utama untuk menyampaikan materi gizi kepada siswa di kelas.
Selain guru, BGN juga akan menggandeng mahasiswa untuk mengajarkan dan menyosialisasikan materi gizi MBG. Nanik mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie untuk menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa—terutama yang sedang menjalani program kuliah kerja nyata (KKN)—akan dilibatkan sebagai penyuluh gizi di sekolah maupun di desa-desa lokasi KKN. Upaya ini, kata Nanik, diharapkan memperkuat edukasi gizi dan mendukung keberhasilan program MBG secara berkelanjutan.









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445203/original/097845600_1765817899-ClipDown.com_591161306_18548330746044788_1648649853542134396_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443502/original/027418500_1765692780-WhatsApp_Image_2025-12-14_at_13.05.35.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4802810/original/053841500_1713248231-taeyongtae_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394894/original/052191200_1761643550-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444392/original/014135000_1765777470-000_37JZ7BR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386521/original/008951800_1761014023-WhatsApp_Image_2025-10-20_at_18.03.46.jpeg)



