Kata Raja Keraton Surakarta soal Pertemuan dengan Gibran

2 hours ago 3

DUA putra mendiang Paku Buwono XIII (PB XIII), KGPH Hangabehi dan KGPAA Hamangkunegoro yang masing-masing mengklaim sebagai Raja Keraton Surakarta, Paku Buwono XIV, , menanggapi pertemuan mereka dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seusai salat Jumat di Masjid Agung Solo, Jumat siang, 16 Januari 2026. Keduanya menegaskan pertemuan tersebut berlangsung santai tanpa pembahasan khusus.

KGPH Hangabehi mengatakan pertemuan itu sambil makan siang bersama di Warung Sate Kambing Muda Pak Joko, kawasan Pasar Klewer. Menurut dia, tidak ada pernyataan resmi maupun agenda khusus yang dibicarakan bersama wakil presiden.

“Cuma makan sate. Tadi cuma makan sate. Nanti Mas Wapres dan Mas Wali mau bikin statement sendiri,” kata Hangabehi kepada wartawan seusai pertemuan.

Sementara itu, KGPAA Hamangkunegoro menyebut obrolan bersama Gibran berlangsung ringan dan lebih banyak membahas kondisi Kota Solo. Ia mengatakan pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi yang berlangsung secara spontan karena Gibran sedang berada di Solo.

“Ya ngobrol-ngobrol gimana Kota Solo. Mungkin nanti kolaborasi seperti apa. Tapi ya semuanya bagus, niatnya. Karena kolaborasi itu ujung-ujungnya membuat satu hal jadi lebih baik,” tutur Hamangkunegoro.

Hamangkunegoro menambahkan tidak ada masukan khusus yang disampaikan Gibran kepada dirinya maupun kepada pihak keraton. Menurut dia, percakapan berjalan wajar tanpa pembahasan sensitif terkait dinamika internal Keraton Surakarta.

“Enggak, tadi ngobrol biasa saja. Beliau sudah lama nggak di Solo, kebetulan di Solo. Kesempatan salat Jumat, ya sudah,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Solo bersama Wali Kota Solo Respati Ardi, Hangabehi, dan Hamangkunegoro. Usai salat, mereka melanjutkan makan siang bersama selama sekitar satu jam. Hadir pula dalam momen itu, Maha Menteri Keraton Surakarta, KGPA Tedjowulan. 

Pertemuan tersebut menyita perhatian publik karena mempertemukan dua putra PB XIII itu dalam satu forum bersama Wakil Presiden, di tengah konflik internal Keraton Surakarta yang hingga kini belum mencapai rekonsiliasi. Aparat kepolisian, TNI, dan Pasukan Pengamanan Presiden melakukan pengamanan terbatas selama kegiatan berlangsung.

Gibran mengatakan hari ini melaksanakan Salat Jumat di Masjid Agung Surakarta bersama dua putra PB XIII setelah sebelumnya menghadiri acara ijab kabul saudaranya di Solo. Selepas salat Jumat, ia pun mengajak makan siang. 

"Hari ini setelah menghadiri ijab kabul saudara saya tadi, kita jumatan. Pak Wali (Respati Ardi), Gusti Behi (Hangabehi), Gusti Purubaya, Gusti Tedjowulan, semua. Lalu tadi kita makan sate, makan tongseng sebentar," ungkap dia. 

Gibran menambahkan saat makan siang itu juga sembari membicarakan kondisi Kota Solo dan Keraton Surakarta. 

"Sambil membicarakan kondisi Kota Solo dan juga keraton. Dan ya kami titip ke Pak Wali mohon selalu dijaga kondusivitasnya, aset-aset yang sudah terbangun mohon bisa ter-maintain dengan baik," 

Gibran mengatakan pesan itu mengingat Kota Solo ini yang kaya akan kebudayaan. Sehingga diharapkan semua dapat benar-benar dijaga. 

"Kota Solo yang kaya akan kebudayaan, tolong dijaga semua, itu aja. Intinya itu," ucap dia mengakhiri wawancara. 

Read Entire Article