MENTERI Sekretaris Negara atau Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Indonesia mengalami kekurangan dokter. Menurut Prasetyo, Indonesia membutuhkan sekitar 100 ribu dokter tambahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Tanah Air.
Saat ini, kata Prasetyo, pemerintah tengah menyusun strategi untuk pemenuhan kebutuhan dokter tersebut. "Berdasarkan data, kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribu," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Prasetyo menyampaikan masalah tersebut juga menjadi salah satu bahasan dalam forum dialog antara Presiden Prabowo Subianto dengan para guru besar dari berbagai universitas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis ini. Dalam forum, kata Prasetyo, Prabowo juga menyampaikan beberapa kebijakan untuk mengatasi problem ini.
Prasetyo berujar pemerintah ingin mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter di Indonesia. Salah satu caranya melalui pendirian fakultas-fakultas kedokteran baru.
Selain fakultas kedokteran, kata Prasetyo, pemerintah juga akan membuka fakultas kedokteran gigi dan farmasi. "Kita juga kekurangan dokter gigi," tutur politikus Partai Gerindra ini.
Prasetyo berujar fakultas kedokteran baru akan dibuka di kampus-kampus yang belum memilikinya. Sementara untuk perguruan tinggi yang sudah memiliki program kedokteran, fakultas-fakultas tersebut akan diperbesar. "Sedang dalam proses identifikasi, sebaiknya ada di mana dan berapa kira-kira yang kita perlukan," kata dia.
Selain itu, kata Prasetyo, pemerintah juga tengah menyiapkan skema beasiswa penuh untuk para mahasiswa di bidang kedokteran. "Jadi dalam program itu akan direncanakan full scholarship, artinya berbeasiswa penuh," ucap mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini.
Menurut data Konsil Kesehatan Indonesia, ada 276.646 dokter di Indonesia per Oktober 2025. Mereka terdiri dari 171.388 dokter, 44.587 dokter gigi, 54.626 dokter spesialis, dan 6.045 dokter gigi spesialis.
Sementara menurut Kementerian Kesehatan per September 2025, Indonesia memiliki 353.132 dokter. Mereka terdiri dari 177.700 dokter umum, 141.325 dokter spesialis dan subspesialis, serta 34.107 dokter gigi.
Jumlah dokter terbanyak ada di Jawa Barat dengan 26.803 orang, di Jawa Timur dengan 22.600 orang, dan Jawa Tengah dengan 19.009 orang. Sementara wilayah dengan dokter paling sedikit ada di Papua Pegunungan dengan 186 dokter, Papua Selatan dengan 298 dokter, dan Papua Barat dengan 399 dokter.
Yosea Arga Pramudita berkontribusi dalam penulisan artikel ini






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4802810/original/053841500_1713248231-taeyongtae_7.jpg)








