Potensi Banjir Jakarta saat Malam Tahun Baru 2026

2 weeks ago 27

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir saat malam tahun baru 2026. Wilayah Jakarta diprediksi akan diguyur hujan sepanjang hari pada Rabu, 31 Desember 2025.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji mengatakan bahwa sejumlah wilayah yang harus mewaspadai potensi banjir adalah yang berada di sepanjang sungai. “Yang harus diwaspadai adalah wilayah yang ada di bantaran kali atau sungai,” kata Isnawa saat dihubungi pada Rabu.

Ia menyebutkan, wilayah itu meliputi daerah di sekitar sungai Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Krukut, Rajawati, hingga Kali Mampang. Selanjut, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan bagi penduduk di Pengadegan, Pejaten, Kebon Baru, Kuningan Barat, Cililitan, Jatinegara, Kembangan Utara dan Rawa Buaya.

Selain di bantaran sungai, potensi banjir juga muncul di dataran dengan kontur tanah yang rendah seperti daerah Cipulir. “Atau wilayah dengan drainase kecil dan minimnya ruang terbuka hijau,” kata dia.

Berikutnya, di Jakarta bagian utara juga diprediksi memiliki potensi banjir rob. Titik yang rawan banjir adalah Penjaringan, Kamal Muara dan Ancol. BPBD menyatakan senantiasa memantau semua kondisi sungai, curah hujan untuk mengantisipasi munculnya potensi bencana.

“Di pergantian malam tahun baru kami siagakan 267 petugas penanggulangan bencana,” ujar Isnawa. BPBD juga mengklaim akan memaksimalkan layanan kedaruratan di 112 dan pemantauan dari pusat kendali atau command center.

BPBD mencatat, pada pukul 10.00 WIB terdapat genangan di satu ruas Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok. Genangan itu setinggi 15 cm yang disebabkan oleh naiknya air laut atau rob.

BPBD juga telah mengeluarkan peringatan potensi banjir di wilayah pesisir yang diperkirakan terjadi pada 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Menurut BPBD, potensi banjir rob dipicu oleh pasangnya air laut secara maksimum yang terjadi bersamaan dengan dengan fenomena bulan purnama dan Perigee. Kombinasi itu berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut.

“BPBD Jakarta mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” tutur Isnawa.

Dia menuturkan, BPBD telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap titik. Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

Read Entire Article