Prabowo Koreksi IKN, Wakil Ketua Komisi II: Agar Makin Baik

2 hours ago 4

WAKIL Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Bahtra Banong menanggapi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengoreksi desain dan fungsi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Bahtra menilai keputusan Prabowo itu merupakan upaya penyempurnaan IKN, mulai dari infrastruktur, kelengkapan sarana dan prasarana, hingga target pembangunan.

"Agar IKN makin baik ke depan dan mungkin agar ada perbaikan-perbaikan," kata Bahtra di kompleks DPR, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Politikus Partai Gerindra ini menilai sikap korektif tersebut menjadi bukti dan orientasi Presiden Prabowo terhadap keberlanjutan pembangunan IKN. Apalagi IKN akan menjadi ikon Indonesia di masa depan.

Prabowo berkunjung ke IKN untuk pertama kalinya setelah satu tahun menjabat presiden, pada 12 Januari 2026. Ketua Umum Partai Gerindra itu terakhir kali berkunjung ke IKN saat masih menjabat Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo, pada 13 September 2024. Saat itu Prabowo ke IKN bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju untuk menghadiri sidang paripurna kabinet yang dipimpin oleh Jokowi di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara.

Dalam kunjungan perdananya tersebut, Prabowo mengoreksi desain dan fungsi IKN. "Jadi, tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap, pertama mengenai desain. Kedua mengenai fungsi," kata Prasetyo seusai mendampingi Prabowo yang meresmikan Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara Kampus Malang di Jawa Timur, pada Selasa, 13 Januari 2026.

Prasetyo mengatakan, sejak awal Prabowo menekankan percepatan proses pembangunan IKN. Adapun IKN ditargetkan berfungsi sebagai ibu kota politik pada 2028, sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.

Karena itu, Prabowo meminta Otorita IKN dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Tapi Prasetyo belum menjelaskan lebih detail ihwal bentuk perbaikan seperti yang diinginkan oleh Prabowo.

Menurut Prasetyo, Prabowo memberikan dua catatan terhadap pembangunan megaproyek warisan Joko Widodo itu. Yaitu, "Perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” katanya.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor: Pukulan Telak bagi IKN: HGU 190 Tahun Batal

Read Entire Article