Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo: Saya Percaya Kita Akan Capai 500 Titik

2 hours ago 1

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan gratis dengan konsep asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini menjadi terobosan pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang setara.

Peresmian dipusatkan pada Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1) yang diikuti serentak oleh Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WITA dan langsung meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, laboratorium biologi, teater mini, ruang makan, hingga asrama. Ia juga disambut yel-yel siswa dan kesenian Banjar, serta berinteraksi langsung dengan para peserta didik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, Prabowo secara simbolis menekan tombol sirine sebagai tanda peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi. Perwakilan siswa Sekolah Rakyat dari seluruh Indonesia yang hadir pun menampilkan paduan suara, teater, pidato, hingga atraksi baris variasi.

Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi Kementerian Sosial dan seluruh kementerian/lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan program ini.

"Terima kasih semuanya, kita telah mewujudkan upaya ini, dan saya terus terang saja cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak daripada upaya kita," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).

Ia mengaku bangga dan terharu terhadap perubahan para siswa setelah 6 bulan berada di Sekolah Rakyat, terlihat dari berbagai penampilan dan prestasi yang berhasil ditorehkan.

"Sulit saya tahan air mata juga, sama dengan Mensos. Kita terharu kita keluar air mata karena apa? Karena bangga, karena bahagia melihat anak-anak kita. Dan kita tergerak, teringat, kenapa kita teringat? Bayangkan, kalau waktu itu kita, saya dan menteri-menteri tidak ambil sikap yang berani," sambungnya.

Prabowo pun menjelaskan bahwa ia menargetkan pembangunan 500 sekolah rakyat lainnya dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah.

"Saya percaya di ujungnya kita akan capai target kita 500 (titik), dan tiap sekolah nanti ujungnya, sasaran kita adalah tiap sekolah adalah 1.000 murid," katanya.

Pada tahap awal, 166 Sekolah Rakyat rintisan ini masih memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dan aset pemerintah daerah. Namun, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai menargetkan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat secara bertahap.

Selain pendidikan, Sekolah Rakyat juga dirancang untuk menjadi solusi dalam menyelesaikan kemiskinan dengan berintegrasi pada berbagai program unggulan pemerintah, mulai dari pemberdayaan orang tua siswa, program 3 juta rumah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan orang tua dan siswa melalui PBI-JK, bantuan sosial PKH dan sembako, hingga keanggotaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Di Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga pendidikan karakter dan keterampilan. Sejak awal, para siswa menjalani DNA Talent Mapping untuk memetakan minat dan bakatnya kemudian dibimbing berdasarkan potensi tersebut, baik melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun bekerja.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan, Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 166 titik lokasi dengan kapasitas 15.945 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

"Perlu kami sampaikan bahwa total ada 166 titik, yang tersebar di 34 provinsi dan 131 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia," katanya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut hadir Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala daerah lainnya.

(akn/ega)

Read Entire Article