SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Anindya Bakrie. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas dukungan Kadin untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk mendengarkan laporan sekaligus berdiskusi mengenai prioritas program Kadin tahun 2026," seperti dilaporkan media sosial Sekretariat Kabinet yang dikutip pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Dalam pertemuan itu, Teddy dan Anindya membahas program Quick Win Kadin 2025. Di antaranya termasuk makan bergizi gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, mereka juga membahas dukungan Kadin untuk program Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Teddy juga membicarakan kemungkinan Kadin dapat mendukung agenda kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo dalam World Economic Forum di Davos, Swis. Kadin, melalui Global Engagement Office miliknya, juga dapat berkontribusi dalam kunjungan Prabowo ke Inggris dalam rangkaian dinas luar negeri kali ini.
Teddy turut membahas arahan Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan Kadin. Anindya menegaskan memiliki visi yang sama dengan Prabowo, yaitu berkomitmen untuk bekerja sama dalam semangan "Indonesia Incorporated" demi mendukung pertumbuhan ekonomi, menyediakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta dukungan Kadin untuk membantu program-program strategis Kepala Negara. Beberapa program tersebut termasuk MBG, program ketahanan pangan, hingga program ketahanan energi.
โJadi ini semua angka yang besar yang kami mohon agar pengurus Kadin bisa terus mendorong berbagai program yang terkait dengan yang sudah disiapkan oleh pemerintah,โ ucap Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam paparannya dalam rapat pimpinan nasional Kadin di Jakarta Pusat pada 1 Desember 2025.
ย Secara keseluruhan, belanja negara pada APBN 2026 ditetapkan Rp 3.842,7 triliun dan pendapatan negara diperkirakan mencapai sebesar Rp 3.153,6 triliun, sehingga defisit ditargetkan Rp 689,2 triliun atau 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
ย





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)






