Warga Agam Takut Pulang karena Kemungkinan Banjir Bandang Susulan

1 week ago 19

Jakarta -

Warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari (Desa) Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), merasa ketakutan tinggal di rumah. Mereka takut adanya kemungkinan diterjang banjir bandang susulan di daerah itu.

"Saya ketakutan tinggal di rumah, karena banjir bandang susulan sering terjadi saat hujan maupun kondisi cuaca panas," kata salah seorang warga Pasar Maninjau Wita di Lubuk Basung, dilansir Antara, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan hampir setiap malam mereka tidak tidur semenjak banjir bandang melanda daerah itu. Bunyi gemuruh dari hulu, katanya, hampir terjadi setiap saat.

Sedangkan tanah longsor dari perbukitan di jalan Kelok 25 pada Rabu (31/12/2025), lanjut dia, membuat warga di sepanjang aliran sungai tersebut, sudah mengungsi seluruhnya ke musala, rumah warga, dan tempat lainnya. Jumlah warga mengungsi mengalami peningkatan dari sebelumnya 25 kepala keluarga, saat ini menjadi 44 kepala keluarga.

"Di musala tempat saya mengungsi, ada 44 kepala keluarga dengan jumlah ratusan orang mengungsi di sini," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Agam, Albert, mengatakan luapan air sungai ini merupakan permasalahan yang serius harus disikapi karena berdampak terhadap rumah warga. Imbasnya, masyarakat pun banyak yang sudah mengungsi.

"Ini perlu kajian ilmiah terhadap kultur tanah yang ada di hulu sungai bahwa perbukitan di salingka Danau Maninjau," katanya.

Ia berharap, seluruh pengambil kebijakan dari pemerintah daerah sampai ke pemerintah pusat mengambil langkah konkret dalam mencarikan solusi agar banjir bandang susulan tidak terulang lagi.

"Ini harus dicarikan solusinya seluruh pihak, agar masyarakat menjadi nyaman dan aman tinggal di sepanjang aliran sungai," katanya.

Simak juga Video: Kisah Joris Arungi Banjir demi Selamatkan Istri yang Hamil di Agam

(maa/imk)

Read Entire Article