MENTERI Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyatakan operasional Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi belum dapat berjalan pada musim haji 2026. Dia menilai hotel Kampung Haji Indonesia baru bisa diterapkan pada satu hingga dua tahun ke depan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Kami harap paling lambat tahun 2028 ada sebagian tower yang bisa dipakai," ucapnya ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis, 8 Januari 2026.
Menurut dia, tidak ada kendala dari segi anggaran maupun birokrasi. Badan Pengelola Investasi Danantara, ujar dia, memiliki uang untuk membangun Kampung Haji Indonesia di Makkah.
"Birokrasi Arab Saudi juga sangat terbuka," kata politikus Partai Gerindra ini.
Namun, dia menilai memang membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk membangun hotel Kampung Haji. "Membangun itu kan tidak cukup satu tahun," kata Irfan.
Dia mengatakan Kementerian menyerahkan kebijakan pembangunan Kampung Haji Indonesia ke Danantara. Kementerian Haji dan Umrah, kata dia, hanya sebagai pemakai fasilitas tersebut.
Dalam keterangan sebelumnya, dia memastikan Kampung Haji Indonesia tidak akan mengubah skema penerbangan jemaah haji. Menurut dia, kedatangan dan kepulangan jemaah Indonesia akan tetap melalui Madinah dan Jeddah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah Indonesia memenangi lelang kepemilikan aset berupa hotel dan lahan di Arab Saudi, yang nantinya dijadikan sebagai lokasi Kampung Haji Indonesia.
Prasetyo mengkonfirmasi kemenangan tersebut setelah CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan laporan itu dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Selasa, 6 Januari 2026.
"Kita sekarang telah memiliki hotel sendiri di Makkah, yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden," kata Prasetyo saat memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Selasa, 6 Januari 2025.
Prasetyo mengatakan keberhasilan Indonesia memiliki hotel dan aset lahan di Arab Saudi itu merupakan buah dari diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang membuka jalan perubahan kebijakan kepemilikan aset asing di Arab Saudi.
Menurut Prasetyo, kepemilikan aset oleh Indonesia itu menjadi salah satu hadiah bagi bangsa Indonesia, khususnya umat Islam. "Untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bisa memiliki aset di Arab Saudi. Itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan umat Islam khususnya," ujar Prasetyo.
Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)










