BADAN Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyatakan telah merampungkan pembangunan ratusan unit hunian sementara bagi para korban terdampak bencana ekologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan instansinya bersama kementerian dan lembaga terkait terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama rampung sebelum bulan suci Ramadhan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Saat ini, 5.738 unit masih dalam proses pembangunan, dan 781 unit selesai dibangun untuk siap dihuni," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Januari 2026.
Berdasarkan data BNPB, terdapat 50.668 unit rumah rusak akibat bencana ekologi yang melanda Sumatera pada 25 November lalu. Dari jumlah tersebut, 27.860 telah diajukan untuk pembangunan hunian sementara.
Sedangkan untuk pengajuan hunian tetap, Abdul melanjutkan, hingga sejauh ini tercatat ada 10.273 pengajuan. "Dengan 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi," ujarnya.
Pun, kata dia, untuk mendukung masyarakat terdampak selama masa transisi ini, BNPB dan pemerintah juga terus mengoptimalkan skema bantuan dana tunggu hunian atau DTH.
Dia menyebut, hingga medio Januari 2026, pengajuan DTH tercatat mencapai 15.346 kepala keluarga. Dari total jumlah itu, sebanyak 10.717 rekening penerima telah dapat digunakan.
"Total jumlah penerima DTH yang telah menerima bantuan ada 2.695 kepala keluarga," ucap Abdul.
Adapun, bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 25 November 2025.
Rekapitulasi BNPB per Jumat, 16 Januari 2026 mencatatkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Sumatera ini mencapai 1.198 jiwa serta 144 orang masih dinyatakan hilang.
Aceh menjadi wilayah paling banyak menyumbang jumlah korban meninggal dunia, yakni 559 jiwa; diikuti Sumatera Utara 375 jiwa; dan Sumatera Barat 264 jiwa.
"Sebanyak 166.579 jiwa masih berada di lokasi pengungsian," katanya.
Dengan banyaknya jumlah korban yang masih berada di pengungsian, dia mengatakan BNPB bersama instansi lainnya terus berupaya melakukan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan di Sumatera, misalnya pembangunan jembatan darurat (bailey) guna menyambung mobilitas.
Hingga akhir pekan ini, tercatat 13 jembatan bailey di Aceh rampung dibangun, sementara 15 lainnya masih dalam pengerjaan.
Selain percepatan pembukaan dan pembersihan akses jalur darat, kata dia, pemerintah juga terus menggalakkan percepatan pemenuhan jaringan air bersih.
"Progres perbaikan jaringan PDAM, salah satunya di Kabupaten Bener Meriah sudah mencapai 80 persen lebih," ucap Abdul.





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)










