BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Sumatera, Ini Tujuannya

2 hours ago 2

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca (OMP) di wilayah terdampak bencana ekologi Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, OMP dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan tanggap darurat, pemulihan, serta mitigasi risiko bencana dalam jangka pendek.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"OMP ditujukan untuk mengendalikan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi bencana susulan di wilayah rawan," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Januari 2026.

Dia menuturkan, hingga Rabu, 14 Januari kemarin, BNPB telah melakukan OMP di Aceh sebanyak 449 sorti dengan total bahan semai seberat 431.600 kilogram.

Kemudian di Sumatera Utara, OMP dilakukan 368 sorti dengan jumlah berat total bahan semai sebanyak 322.000 kilogram, sementara di Sumatera Barat OMP dijalankan sebanyak 384 sorti dengan total berat bahan semai 381.325 kilogram.

"Bahan semai, yaitu natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO)," ujar Abdul.

Adapun, sejak Desember lalu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG telah mengeluarkan peringatan dini bagi sejumlah daerah di Sumatera ihwal bencana susulan imbas intensitas curah hujan yang diprediksi tinggi.
ย 
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, penyebab tingginya curah hujan di beberapa wilayah Indonesia pada awal 2026 dipengaruhi oleh La Nina lemahย yang disertai IOD negatif, aliran angin dari Asia, suku muka laut yang relatif hangat, serta aktifnya gelombang atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.

Potensi tersebut juga turut dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis grant di Samudera Hindia selatan Bengkulu dan bibit siklon tropis 96S di selatan Nusa Tenggara Barat yang memberi pengaruh tidak langsung berupa perlambatan dan pertemuan angin.

"Kondisi ini dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi di beberapa wilayah," kata Guswanto, 29 Desember 2025.

Pun, rekapitulasi BNPB per Jumat, 16 Januari 2026 mencatatkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ekologi di Sumatera yang mencapai 1.198 jiwa, 144 orang masih dinyatakan hilang, dan 166.579 jiwa masih berada di lokasi pengungsian.ย 

Aceh menjadi wilayah paling banyak menyumbang jumlah korban meninggal dunia, yakni 559 jiwa; diikuti Sumatera Utara 375 jiwa; dan Sumatera Barat 264 jiwa.


Dinda Shabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article