Bupati Aceh Tamiang Minta Bantuan Sembako 6 Bulan bagi Warga

2 weeks ago 22

BUPATI Aceh Tamiang Armia Fahmi meminta bantuan kebutuhan pokok berupa sembako selama setengah tahun ke depan bagi warganya yang terdampak bencana Sumatera. Usulan ini sebagai bagian proses pemulihan Aceh Tamiang dari bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November lalu.

Armia mengatakan warganya membutuhkan bantuan sembako untuk menopang kehidupan sehari-hari pascabencana. Ia mengaku telah menghitung berapa banyak kebutuhan sembako untuk memenuhi kebutuhan warga selama enam bulan, terhitung dari Januari hingga Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami sudah menghitung berapa ton beras yang kami siapkan, minyak goreng, telur, dan sebagainya,” ujar Armia dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR, yang ditayangkan secara langsung dari Aceh melalui akun YouTube resmi DPR, Selasa, 30 Desember 2025.

Armia menjelaskan total penduduk di kabupaten tersebut mencapai 313.245 jiwa. Hingga saat ini, kata dia, warga masih kesulitan untuk memulihkan kondisi ekonomi masing-masing. Ia menilai kehidupan warganya yang terimbas banjir itu memprihatinkan dan masyarakat memiliki banyak kebutuhan.

Salah satu sebabnya, wilayah itu kesulitan mencukupi kebutuhan pangannya secara mandiri setelah lebih dari 8.000 hektare lahan pertaniannya tertimbun lumpur. “Ada petani yang nekat tetap menanam padi di atas lumpur tersebut. Kita melihat bagaimana hasilnya. Insya Allah ini bisa kami upayakan,” kata Armia.

Berkaca dari kondisi Aceh Tamiang pascabencana, Armia pun meminta bantuan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk merumuskan berapa banyak kebutuhan sembako untuk per orang selama enam bulan mendatang. “Nanti suratnya akan kami segera buatkan, usulannya. Mudah-mudahan ini bisa untuk dikabulkan, karena ini merupakan tanggung kita sebagai pemerintah," ucap Armia.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak paling parah akibat banjir bandang yang menghantam tiga provinsi sekaligus di Pulau Sumatera pada November 2025. Sebanyak 12 kecamatan dan 216 desa di Aceh Tamiang dilaporkan lumpuh.

Total ada 88 korban tewas akibat banjir bandang di Aceh Tamiang, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB per Selasa, 30 Desember 2025. Sementara itu, sebanyak 115 ribu warga Aceh Tamiang dilaporkan masih mengungsi.

Tak hanya itu, BNPB mencatat bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang mengakibatkan kerusakan sebanyak 22,3 ribu unit rumah, 285 rumah ibadah, 46 fasilitas pendidikan, hingga 4 fasilitas kesehatan.

Read Entire Article