Datangi Rumah Denada, Ressa Rizky Akui Cuma Dibukakan Pintu 15 Sentimeter

1 hour ago 1

Diterbitkan 16 Januari 2026 09:11 WIB

Datangi Rumah Denada, Ressa Rizky Akui Cuma Dibukakan Pintu 15 Sentimeter
Denada Tambunan dalam promo lagu Gotaki

Kapanlagi.com - Perjuangan Ressa Rizky Rossan untuk menemui Denada, sosok yang diduga olehnya sebagai ibu kandung, diakui olehnya tidak mudah. Sebelum kasus dugaan penelantaran anak ini masuk ke ranah hukum, Ressa mengaku ia bersama keluarganya sempat mencoba menjalin komunikasi secara langsung dengan mendatangi kediaman sang penyanyi di Jakarta.

Namun, niat baik tersebut justru berbuah pengalaman pahit. Pihak Ressa mengaku mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan saat menyambangi rumah putri Emilia Contesa tersebut. Padahal, mereka datang jauh-jauh dengan harapan bisa disambut dengan baik.

"Jadi dari pihak penggugat ini sebelum adanya kasus ini sudah pernah pergi ke sana, dengan urusan yang berbeda. Namun, tidak bisa komunikasi dengan baik," ucap Ronald Armada, perwakilan pihak Ressa saat ditemui lewat Zoom, Kamis (15/01/2026).

1. Dibukakan Pintu Hanya 15 Sentimeter

Pengacara Ressa Rizky diwawancara via zoom

Ronald menceritakan kronologi kejadian yang cukup menyayat hati tersebut. Ressa harus menunggu berjam-jam di depan rumah Denada selama dua hari berturut-turut. Mirisnya, mereka bahkan tidak dipersilakan masuk ke ruang tamu.

Pintu rumah Denada hanya dibuka sedikit oleh asisten rumah tangga (ART). Tidak ada sambutan hangat layaknya tamu, apalagi keluarga, yang diberikan kepada pemuda asal Banyuwangi tersebut.

"Dibukakan pintu hanya 15 cm, nunggunya 3 jam setengah, itu berlaku selama 2 hari," ungkap Ronald Armada.

2. Menjadi Pemicu Gugatan Secara Hukum

Kejadian ini sangat disayangkan oleh tim kuasa hukum Ressa. Menurut mereka, sikap tersebut tidak mencerminkan etika yang baik, terlebih jika mengacu pada budaya ketimuran yang menjunjung tinggi sopan santun dalam bertamu.

"Kalau kita berbicara tentang etika santun ya, kalau kita mengacu kepada konsep asas kepatutan apalagi di budaya Jawa ya, orang itu kan harusnya kan tanya bagaimana kabarnya. Karena dia tadi sudah bilang bahwa selama ini bertahun-tahun sudah menjalin komunikasi yang baik. Nah, secara faktual itu tidak. Tidak terjadi itu," ujar Andika Meigista menambahkan.

Insiden inilah yang menjadi salah satu pemicu Ressa akhirnya menempuh jalur hukum. Ia merasa tidak ada itikad baik untuk menjalin komunikasi, sehingga gugatan perdata dianggap sebagai jalan terakhir untuk mencari keadilan.

3. Gugatan Ressa Rizky di PN Banyuwangi

Sekadar informasi, Ressa Rizky menggugat Denada atas dugaan penelantaran anak. Ia mengklaim sebagai anak kandung Denada yang lahir pada tahun 2002 dan kemudian diasuh oleh kerabatnya di Banyuwangi.

4. Tanggapan Manajemen Denada

Manajemen Denada telah memberikan tanggapan secara resmi soal pemberitaan yang ramai beredar di media online dan media sosial dalam beberapa waktu terakhir, terkait isu penelantaran anak. Dalam pernyataan tertulisnya, Risna Ories selaku perwakilan dari Denada Management menyampaikan keprihatinan atas isu publik yang berkembang ini.

"Sangat prihatin atas isu public yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita," ujar Risna Ories dalam pernyataan tertulis yang dikirim melalui chat dengan Tim KapanLagi.com, Minggu (11/1/2026) malam.

Risna Ories juga menegaskan bahwa situasi ini bukanlah hal yang mudah bagi Denada. Namun demikian, pihak manajemen memahami perhatian publik yang muncul dan menghargai setiap dukungan serta kepedulian yang diberikan.

"Namun agar tidak bergulir terlalu berlebihan kami sampaikan bahwa saat ini Denada & tim hukum sedang mempelajari dan menelaah secara cermat yang berkaitan dengan gugatan sebagai bagian dari proses hukum yang harus dihormati bersama," jelasnya.

Manajemen juga memohon pengertian dari publik dan media agar Denada diberikan ruang dan waktu untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak.

Di akhir pernyataannya, Risna Ories menyampaikan apresiasi atas empati dan perhatian yang diberikan kepada Denada di tengah situasi yang sedang dihadapi. "Terima kasih atas perhatian, empati, dan pengertian yang diberikan. Dukungan kalian sangat berarti bagi Denada," tulis Risna Ories.

Berita Foto

(kpl/dka)

Read Entire Article