Dosen Politik: Partai Gema Bangsa Nebeng Ketenaran Prabowo

2 hours ago 1

DOSEN komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyoroti Partai Gema Bangsa yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru beberapa hari lalu. Partai berwarna biru ini bahkan langsung memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam kontestasi pemilu 2029.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut pria yang disapa Hensa ini, dukungan tersebut terlalu dini dan terkesan blak-blakan melirik coattail effect dari Prabowo. "Memang Prabowo orang hebat, tapi kalau membentuk partai baru dan tiba-tiba nebeng keteneran Prabowo, kenapa enggak bikin fans club saja?" ujar Hensa dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 20 Januari 2026.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI ini berpendapat, kehadiran partai politik baru seharusnya bisa menambah warna dan pilihan politik baru untuk masyarakat. Namun, ia melihat partai yang dipimpin Ahmad Rofiq ini justru menjadikan parpol hanya sebagai komoditas elektoral demi posisi.

"Buat apa membentuk partai baru namun tidak bisa menghadirkan hal yang berbeda dibandingkan partai-partai yang sudah ada sekarang," kata Hensa.

Hensa berpendapat, pembentukan partai baru harusnya menjadi cermin koreksi terhadap partai politik lama. Sehingga, selain mengakomodasi kepentingan parpol itu sendiri, mereka juga bisa menjadi perwakilan dari masyarakat yang belum terwakilkan.

"Jika begini caranya, mungkin secara kepentingan elite politik terpenuhi, tapi masyarakat tidak melihat ada sesuatu yang baru dan ini justru masalahnya," ujarnya.

Karenanya, Hensa berpendapat partai politik baru seharusnya bisa tampil sebagai kontestan yang menjadi pembeda, tidak sekedar penumpang baru dalam rombongan lama demi posisi belaka.

Partai Gema Bangsa didirikan pada 17 Januari 2025. Setahun kemudian, pada 17 Januari 2026, partai ini resmi mendeklarasikan diri dan mengumumkan struktur kepengurusan level pusat dan daerah.

Gema Bangsa didirikan oleh sejumlah orang yang kini menjadi pengurusnya, termasuk Ketua Umum Ahmad Rofiq dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sopiyan. "Pendirinya saya, Pak Sekjen, dan kawan-kawan (pengurus partai)," kata Ahmad Rofiq dalam acara deklarasi partainya di Senayan, Jakarta pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Rofiq mengklaim tidak ada tokoh besar atau oligarki yang ikut mendirikan Partai Gema Bangsa. Dia berujar tidak mau partainya bertumpu kepada satu tokoh karena tidak ingin didikte.

Di acara deklarasinya, Partai Gema Bangsa langsung menyatakan dukungan untuk Presiden Prabowo Subianto agar maju kembali di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2029.

"Partai Gema Bangsa juga mendukung Bapak Prabowo Subianto maju kembali untuk Pilpres di 2029. Rasa-rasanya langka mencari calon pemimpin seperti apa yang dimiliki oleh Pak Prabowo hari ini," kata Ahmad Rofiq saat berpidato di acara partainya tersebut.

Rofiq menilai Prabowo adalah sosok yang bisa memberantas korupsi. "Tidak pandang bulu apa pun disikat. Banyak sekali para koruptor-koruptor itu lari ke luar negeri karena ancaman-ancamannya. Kita tidak pernah mendapati presiden-presiden sebelumnya yang segalak seperti Pak Prabowo," tutur dia.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Profil Bupati Sudewo yang Kena OTT KPK: Pernah Didemo Warga

Read Entire Article