DUA hari usai deklarasi transformasi menjadi partai politik, Gerakan Rakyat memulai proses pembentukan struktur kepengurusan dari tingkat pusat hingga daerah. Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengatakan kepengurusan tersebut ditargetkan selesai cepat agar dapat segera diajukan status badan hukum kepada kementerian.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Targetnya Februari selesai," kata Sahrin melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan, struktur kepengurusan menjadi hal yang penting bagi Partai Gerakan Rakyat. Salah satu tujuannya guna membuat nama partai dikenal luas publik, terutama di daerah. "Agar publik bisa mempersepsikan partai ini," ujarnya.
Pada hari terakhir rapat kerja nasional I Gerakan Rakyat di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta Pusat, 18 Januari 2026, Gerakan Rakyat sepakat mendeklarasikan transformasi dari perkumpulan menjadi partai politik.
Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Rakyat Muhammad Ridwan mengatakan pengambilan keputusan sidang pleno memutuskan dan menetapkan beberapa poin.
Pertama, Gerakan Rakyat meyakini tujuan utama dibentuknya NKRI adalah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui sistem demokrasi yang terbuka, partisipatif, dan berkeadaban.
Dia mengatakan, keyakinan tersebut diwujudkan dalam karakter Panca Dharma, yaitu religius, nasionalis kerakyatan, kesatria, kasih sayang, serta integritas moral sebagai landasan perjuangan.
Ridwan melanjutkan, perkumpulan Gerakan Rakyat juga menyadari, bahwa terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat sepenuhnya memerlukan perjuangan yang terorganisir dan berkelanjutan di ranah politik.
"Dengan perlindungan Tuhan yang maha kuasa dan dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai dengan Partai Gerakan Rakyat," kata Ridwan.
Adapun Ketua Dewan Pakar DPP Gerakan Rakyat Sulfikar Amir meminta agar transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik tetap memperhatikan bonus demografi pada masa mendatang.
Dia menuturkan, pada pemilihan umum 2029 mendatang, hampir 60 persen pemilih merupakan figur dengan kelompok usia di bawah 35 tahun.
Ia merekomendasikan agar Partai Gerakan Rakyat di seluruh tingkat kepengurusan untuk selalu melibatkan anak-anak muda dalam menjalankan kegiatan.
Sulfikar juga mengingatkan, agar pelibatan anak-anak muda dalam kegiatan Gerakan Rakyat tak sekadar bersifat seremonial, namun juga memberikan ruang penuh, khususnya terkait aspirasi dan gagasan yang disampaikan.
"Jika syarat dan strategi itu terpenuhi, Insyaallah Partai Gerakan Rakyat tidak akan menjadi partai gurem," ujar Sulfikar.





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)












