Kata Mahfud Md soal Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Nadiem Makarim, Soroti Protes Kuasa Hukum

2 days ago 7

Mahfud juga menyinggung perlakuan terhadap Nadiem di luar ruang sidang yang tidak diperbolehkan memberikan keterangan kepada wartawan.

Ia mempertanyakan keadilan situasi ketika jaksa leluasa menggelar konferensi pers sebelum dan sesudah sidang, sementara terdakwa dibatasi menyampaikan penjelasan kepada publik terkait perkara yang dihadapinya.

"Masa Nadiem tidak diberi kesempatan. Haknya dilanggar. Tidak ada keseimbangan," ungkap Mahfud.

Dalam pandangannya, pembatasan seperti itu melanggar hak komunikasi terdakwa dan menimbulkan ketidakseimbangan narasi di ruang publik.

"Prinsip keadilan menuntut adanya ruang yang proporsional bagi semua pihak, termasuk terdakwa, untuk menyampaikan versinya tanpa intervensi yang berlebihan," kata Mahfud.

Mahfud juga menyoroti isu grup WhatsApp 'Mas Menteri' yang sempat membentuk opini negatif di masyarakat. Ia mengingatkan, sebelumnya beredar narasi bahwa Nadiem sudah merencanakan 'kejahatan Chromebook' sebelum menjabat menteri, melalui percakapan di grup tersebut.

"Tuduhan mengenai percakapan di grup 'Mas Menteri' itu ternyata tidak pernah muncul dalam surat dakwaan jaksa. Ketiadaan narasi itu dalam dakwaan resmi, dibarengi keterangan Nadiem yang membantah keberadaan percakapan tersebut, menunjukkan bahwa isu itu tidak dapat lagi dijadikan pijakan untuk menghakimi Nadiem di ruang publik," terang dia.

Mahfud menyebut kondisi tersebut sebagai hal yang 'tidak fair' karena pada awalnya isu grup WhatsApp itu telah memojokkan Nadiem dan mendorong publik mempercayai seolah rencana jahat sudah disusun sejak sebelum menjabat menteri.

Ia mengingatkan bahwa persidangan seharusnya berdiri di atas dakwaan dan bukti yang sah, bukan pada kabar yang tidak terbukti dan tidak dituangkan dalam berkas perkara.

Read Entire Article