KEMENTERIAN Haji dan Umrah membuka peluang memperbanyak model embarkasi haji berbasis hotel atau tanpa memiliki asrama haji. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan hal ini akan dilakukan bila proyek percontohan yang sudah dimulai di Yogyakarta berhasil.
Adapun Kementerian Haji dan Umrah rampung membangun model tempat pemberangkatan jemaah haji berbasis hotel di Yogyakarta. Irfan menyebut model embarkasi yang ada di Yogyakarta ini istimewa.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Kalau yang di Yogyakarta bisa berhasil tentu akan menjadi percontohan di daerah-daerah lain yang mungkin diperlukan penanganan serupa," kata Irfan saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis, 8 Januari 2025.
Dia menjelaskan, kementerian menggunakan sejumlah hotel yang ada di daerah untuk dipakai sebagai pengganti asrama haji. Dengan model embarkasi berbasis hotel, Irfan menilai kegiatan seremonial ketika jemaah haji pulang ke Indonesia bisa direduksi.
Kementerian, kata Irfan, juga mengupayakan agar proses pemeriksaan dilakukan langsung di bandara Yogyakarta International Airport. "Kami minta izin pihak dari Angkasa Putra, (agar) jemaah haji bisa langsung pulang ke daerah masing-masing," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Jauhar Mustofa menuturkan, kebijakan embarkasi berbasis hotel ini tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 11 Tahun 2025. “Embarkasi Bandara YIA ini adalah mimpi yang menjadi nyata,” ujar Jauhar, Jumat, 28 November 2025.
Jauhar memaparkan sejumlah keuntungan operasional hadirnya embarkasi haji melalui Bandara YIA, antara lain pengurangan beban Asrama Haji Donohudan dan Bandara Adi Soemarmo, efisiensi anggaran dan jarak tempuh, optimalisasi Bandara YIA, serta dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah embarkasi.
Ia mengatakan sebagai tahap awal, Hotel Ibis dan Novotel YIA disiapkan sebagai fasilitas setara asrama haji dengan standar pelayanan modern. Ada lebih dari 200 kamar akan digunakan untuk jemaah dan petugas dengan konfigurasi tiga orang per kamar. Ballroom serta 11 ruang pertemuan juga telah dipersiapkan sebagai pusat layanan yang mencakup kesehatan, dokumentasi, hingga proses pemberangkatan.
Pada 2026, ada sebanyak 9.641 jemaah yang terbagi dalam 27 kloter dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, dan Wonosobo bakal diberangkatkan dari Bandara YIA. Para jemaah akan diangkut menggunakan pesawat Airbus A330/A360 Garuda Indonesia.





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)











