Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar menegaskan, penarikan produk susu formula bayi Nestle sepenuhnya berada dalam pengawasan BPOM. Dia menjelaskan produk tersebut berasal dari Eropa, dengan seluruh proses pengawasan mutu (quality control) dilakukan di negara asal sebelum masuk ke Indonesia.
Menurut Taruna, BPOM menerapkan sistem notifikasi berbasis kelengkapan dokumen dari negara asal sebagai syarat penerbitan nomor izin edar. Dia menepis anggapan adanya kelalaian, seraya menegaskan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai aturan.
"Badan POM tidak kecolongan. Badan POM sudah mengikuti semua aturan yang telah dimiliki untuk keluarnya izin edar produk tersebut, susu formula tersebut," tegas Tarunan, Kamis (15/1/2026).
Taruna juga menyampaikan BPOM telah mengeluarkan peringatan publik dan memberikan persetujuan kepada Nestlé Indonesia untuk menarik seluruh produk yang terbukti bermasalah dari peredaran. Dia menegaskan penarikan dilakukan atas kesediaan perusahaan, termasuk dengan segala konsekuensi yang menyertainya.
"Kita panggil Nestlé Indonesia untuk bagaimana produk itu dan ternyata pihak Nestlé bersedia untuk menarik kembali dengan segala risikonya tentunya. Kalau menarik kembali ya, kalau misalnya terjadi kerugian pada pihak pembeli, (maka) hak konsumen untuk menuntut, meminta kepada industri tersebut," ucap Taruna Ikrar, dilansir Antara.
BPOM Minta PT Nestle Indonesia Setop Distribusi
BPOM telah memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara importasi produk formula bayi. Keputusan itu merespons notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF).
Hal tersebut menyusul ditemukannya potensi cemaran toksin cereulide pada produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi usia 0–6 bulan) dengan nomor izin edar: ML 562209063696 dan nomor batch: 51530017C2 dan 51540017A1.
BPOM mengimbau masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1 untuk segera menghentikan penggunaan produk tersebut, serta mengembalikannya ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran.
BPOM akan terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market, serta berkoordinasi secara intensif dengan otoritas pengawas obat dan makanan lainnya untuk memastikan seluruh produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.
Penjelasan Nestle Indonesia
Menanggapi penarikan susu formula bayi di sejumlah negara, Nestle Indonesia menegaskan seluruh produk yang dipasarkan di Tanah Air dipastikan aman untuk dikonsumsi. Perusahaan memastikan tidak ada produk yang beredar di Indonesia yang terdampak kasus tersebut.
"Sehubungan dengan berita mengenai penarikan sejumlah batch produk susu formula bayi Nestle di beberapa negara, kami ingin menginformasikan bahwa seluruh produk yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia aman untuk dikonsumsi," tulis Nestle Indonesia dalam pernyataan tertulis pada Jumat, 9 Januari 2026.
Nestle Indonesia juga menegaskan seluruh pabriknya di Indonesia tidak terdampak isu tersebut. Produk susu formula yang diproduksi secara lokal dipastikan memenuhi standar keamanan, sementara produk impor yang dipasarkan di Indonesia juga telah melalui proses pengujian komprehensif sesuai ketentuan mutu dan keamanan pangan.
"Produk impor yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia juga telah memenuhi standar keamanan dan mutu yang berlaku, yang telah dipastikan melalui pengujian yang komprehensif," kata perusahaan tersebut.
Nestle menarik sejumlah produk susu formula bayi, termasuk merek SMA, BEBA, dan NAN, di beberapa negara setelah ditemukan potensi kontaminasi toksin yang dapat memicu mual dan muntah. Penarikan tersebut dilakukan sejak Desember lalu di sejumlah negara Eropa, Turki, dan Argentina.

2 days ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475880/original/095491600_1768669452-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.00.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475872/original/007275500_1768667953-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_20.24.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475789/original/083728200_1768652285-113192.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)











