Akibat kondisi tersebut, Ajat mencatat masih terdapat 269 kepala keluarga (KK) atau 953 jiwa yang bertahan di pengungsian.
"Titik pengungsian aktif berada di Kecamatan Padarincang sebanyak 150 KK, Kecamatan Binuang 95 KK, dan Kecamatan Carenang 5 KK," ujarnya, dilansir Antara.
Selain banjir, tanah longsor dan angin kencang juga melanda Serang. Bencana ini telah berdampak pada 32.985 jiwa atau 9.786 KK.
BPBD mencatat kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat penyedot air (alkon), perahu evakuasi, makanan siap saji, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Serang diprediksi masih berlangsung hingga 22 Januari 2026," tutur Ajat.

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476503/original/018967300_1768779649-1000226364.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476140/original/098351200_1768713380-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476481/original/064752400_1768758136-gerakan_rakyat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)












