Menurut Amran, keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), negara hadir memberikan kepastian bagi peternak, dari bibit, rantai pasok hingga pemasaran hasil usaha, sehingga harga tidak lagi dikendalikan sepenuhnya oleh pasar bebas yang sering merugikan peternak atau produsen kecil.
"Hilirisasi ayam terintegrasi ini diharapkan menjadi model produksi modern di mana proses pembibitan, pakan, budidaya, pengolahan, serta distribusi bisa berjalan dalam satu sistem," kata dia.
Andi Amran menambahkan, upaya ini juga mengarah pada kedaulatan komoditas pertanian dan menjadi pengendali inflasi, karena penurunan biaya pakan dan bibit akan berdampak pada stabilitas harga.
"Sekarang kita bisa swasembada, petani bahagia, harga HPP baik, stoknya banyak. Arah kita jelas, semua komoditas pertanian harus berdaulat. Ini adalah pengendali inflasi terbaik, karena nanti harga pakan turun, DOC turun," terang dia.
Dengan sistem tersebut, peternak dapat menekan biaya produksi, memastikan kualitas daging ayam nasional meningkat, sekaligus memperluas lapangan kerja lokal.
"Kita bergerak dari hulu, lalu hilirnya menyentuh seluruh peternak di Indonesia. Kalau peternak sejahtera, negara akan kuat," ucap Andi Amran.

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477532/original/063564500_1768839718-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477668/original/083181900_1768879173-SPPG_Mustikasari_Bekasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357549/original/099611300_1758532790-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)












