Pemerintah Renovasi Rumah Nakes Terdampak Bencana Sumatera

1 hour ago 1

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan memperbaiki ribuan rumah milik tenaga kesehatan dan tenaga medis terdampak bencana di Sumatera.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Sudah ada masuk ke kami 3.265 rumah dengan klasifikasi kerusakannya seperti apa. Yang ringan berapa, sedang berapa, berat berapa. Data ini kami kirimkan ke BNPB," kata dia dalam konferensi pers di Youtube Kemenkes pada Senin, 12 Januari 2026.

Budi mengatakan perbaikan 3.265 rumah itu masuk ke dalam kloter pertama. Pemerintah akan melakukan perbaikan rumah nakes kloter kedua seiring data yang masuk. 

Kata Budi, perbaikan rumah milik tenaga kesehatan perlu ada percepatan. Kementerian Kesehatan pun berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk kemudahan verifikasi data. 

Deputi IV BNPB Jarwansah mengatakan BNPB mencatat ada sebanyak 3.265 rumah milik tenaga kesehatan yang terdampak bencana. Rinciannya, ada 3.050 unit di Aceh, ada 48 unit di Sumatera Utara, daj 167 unit di Sumatera Barat. 

BNPB saat ini membantu pemerintah daerah untuk menyelesaikan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen itu dibutuhkan untuk melakukan rekonstruksi sejumlah bangunan akibat terdampak bencana. "Target penyelesaiannya di 31 Januari 2026," kata dia. 

Sejauh ini, dokumen R3P untuk Sumatera Barat sudah selesai. Dokumen itu sedang dalam proses penetapan oleh pemerintah provinsi.

Dia mengatakan Sumatera Utara masuk dalam tahap penyusunan dokumen R3P dengan capaian sekitar 80 persen. Dokumen ditargetkan selesai di 26 Januari. 

Provinsi Aceh juga masih dalam proses penyusunan dokumen R3P dengan progres sekitar 35 persen. Dia memperkirakan dokumen selesai pada 31 Januari 2026.

Dia mengatakan dokumen R3P dibutuhkan supaya pemerintah pusat bisa melakukan intervensi di bidang kesehatan. Intervensi itu seperti pemberian bantuan fasilitas kesehatan. 

"Juga alat kesehatan yang kita tahu banyak rusak akibat tertimbun lumpur, genangan, dan sarana pendukung lainnya," kata Jarwansah. 

Read Entire Article