PHE Jambi Merang Capai Kinerja Positif 2025

2 weeks ago 23

INFO TEMPO - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), menutup tahun 2025 dengan capaian positif setelah Sumur PPC-01 di Struktur Padang Pancuran berhasil on stream dengan realisasi produksi melampaui target awal.

Keberhasilan ini memperoleh apresiasi langsung dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, dalam kunjungan kerja ke wilayah operasi PHE Jambi Merang, Selasa, 30 Desember 2025.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sumur eksplorasi PPC-01 yang berlokasi di Struktur Padang Pancuran, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan salah satu temuan strategis PHE Jambi Merang. Setelah memperoleh persetujuan Put on Production (POP) dan Penentuan Status Eksplorasi (PSE) dari SKK Migas pada Maret 2025, sumur ini ditargetkan berproduksi awal sebesar 400 barel minyak per hari (BOPD). Hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi tercatat mencapai 451,42 BOPD, melampaui target yang telah ditetapkan.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, mulai dari SKK Migas hingga Pertamina Hulu Energi. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Apa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari peningkatan ketahanan energi nasional dan upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak,” ujar Yuliot.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Ia menegaskan bahwa SKK Migas terus mendorong percepatan produksi migas nasional melalui pengawasan intensif serta pendampingan teknis kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Keberhasilan PPC-01 menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid mampu menghasilkan tambahan produksi yang nyata,” kata Djoko.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, menegaskan komitmen PHE untuk terus meningkatkan produksi migas nasional pada 2026 melalui percepatan sejumlah proyek on stream di berbagai wilayah kerja.

“Pada 2026, PHE menargetkan on stream sejumlah proyek di PHM, ONWJ, PHR WK Rokan, hingga Astrea. Kami menjalankan dua strategi utama, yakni eksplorasi di sekitar fasilitas produksi yang sudah ada dan eksplorasi frontier. Sumur PPC-01 ini menjadi contoh keberhasilan eksplorasi yang dekat dengan fasilitas produksi,” jelas Awang.

Di hadapan jajaran Kementerian ESDM dan SKK Migas, Awang juga menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam seluruh kegiatan hulu migas.

“Keselamatan harus selalu diutamakan. Setiap pekerja memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas apabila dinilai tidak aman,” tegasnya.

Ke depan, Struktur Padang Pancuran diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan lifting minyak nasional, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi.(*)

Read Entire Article