Prabowo ke Kepala BNPB: Bukan Uang Lelah tapi Uang Semangat

2 weeks ago 20

PRESIDEN Prabowo Subianto mengoreksi pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Letnan Jenderal Suharyanto yang menyebut uang lelah untuk prajurit TNI di medan bencana. Dia menilai sebutan uang lelah, yang berarti imbalan, tidak cocok untuk para prajurit.

Prabowo lebih senang jika insentif untuk prajurit itu disebut uang semangat. Presiden menyampaikan pendapatnya itu dalam rapat terbatas bersama sejumlah pejabat soal penanganan bencana di Aceh Tamiang, Aceh pada Kamis, 1 Januari 2025.

Suharyanto awalnya melaporkan ke Prabowo bahwa prajurit yang ikut menangani bencana mendapat uang makan dan uang lelah. "Para prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, Bapak, uang saku. Per orang Rp 165 ribu," kata Suharyanto dalam rapat seperti disiarkan Sekretariat Kepresidenan.

Prabowo lantas mengkoreksi ucapan Suharyanto. "Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara tidak boleh lelah," ucap Prabowo. Suharyanto pun mengkoreksi ucapannya. "Uang saku, Bapak, siap," tuturnya.

Prabowo lalu menyebut insentif untuk prajurit TNI itu seharusnya disebut uang semangat. Tentara, kata dia, tidak boleh merasa lelah. "Uang semangat, tidak mengenal lelah," ucap jenderal purnawirawan ini. Suharyanto pun menjawab, "Siap, tidak mengenal lelah, siap."

Prabowo mengatakan tentara harus berbakti kepada bangsa dan negara. Dalam tugasnya itu, kata Prabowo, tentara harus tidak mengenal lelah. Prabowo pun menyudahi interupsinya dan meminta Suharyanto melanjutkan pemaparan soal penanganan bencana.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan bahwa prajurit di lokasi bencana Sumatera hanya mendapatkan dukungan berupa konsumsi.

“BNPB juga hanya dukung makan, Pak. Enggak ada beli barang, pengiriman, semua, enggak ada," kata Maruli dalam rapat koordinasi satuan tugas pemulihan pascabencana bersama DPR, yang ditayangkan secara langsung dari Aceh melalui akun YouTube resmi DPR, Selasa, 30 Desember 2025. Maruli menyatakan itu kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ada dalam rapat itu.

Purbaya lantas merespons perkataan Maruli, “Bapak enggak minta kali?”

“Waduh, saya sudah minta semua orang, enggak ada yang ngasih," ujar Maruli disambut tawa peserta rapat tersebut.

Purbaya lalu melanjutkan pembahasan pencairan anggaran sekaligus melempar candaan bahwa BNPB pelit. “Masih ada satu hari, kalau bisa diambil, ya, ambil. Sehari ini besok saya cairkan langsung begitu ada suratnya dari BPNB,” kata Purbaya

BNPB sebelumnya melaporkan total korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera menjadi 1.154 orang hingga Rabu sore, 31 Desember 2025. Paling banyak korban meninggal berada di Aceh, yaitu sebanyak 527 orang. Sementara korban meninggal di Sumatera Utara sebanyak 365 orang dan di Sumatera Barat 262 orang.

BNPB juga melaporkan korban hilang bertambah 2 orang di Sumatera Barat. Dengan begitu, total warga yang dinyatakan hilang hingga saat ini menjadi 165 orang. "Korban hilang ada 31 orang di Aceh, 60 di Sumatera Utara, dan 74 di Sumatera Barat," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers penanganan bencana Sumatera, Rabu, 31 Desember 2025.

Read Entire Article