Prabowo Tambah Dana Riset di Kampus Menjadi Rp 12 Triliun

1 hour ago 5

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan pemerintah menambah dana riset untuk perguruan tinggi, tahun ini. Awalnya pemerintah mengalokasikan anggaran kegiatan riset di kampus sebesar Rp 8 triliun. Kemudian Prabowo memerintahkan agar menambah anggaran riset menjadi Rp 12 triliun.

Prabowo menyampaikan keputusan tersebut saat mengumpulkan sekitar 1.200 guru besar dan pimpinan peruguruan tinggi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, hari ini. Pertemuan itu berlangsung secara tertutup.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Seusai pertemuan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo menerima berbagai masukan soal dana riset dalam forum tersebut. "Salah satunya adalah dilaporkan bahwa dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya Rp 8 triliun," kata Prasetyo, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Prasetyo mengatakan alokasi sebesar Rp 8 triliun tersebut setara dengan 0,34 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setelah menerima laporan itu, kata Prasetyo, Prabowo memutuskan untuk menambah dana riset perguruan tinggi menjadi Rp 12 triliun.

"Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun," ujar politikus Partai Gerindra ini.

Ia berharap tambahan dana penelitian itu bisa memperkuat iklim riset di seluruh kampus. Dia juga berharap agar kampus dapat terus bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam forum pertemuan tersebut, Prabowo juga menekankan agar kegiatan riset di kampus fokus untuk mengejar swasembada pangan dan energi, serta diarahkan untuk mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi. "Yang tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran dan tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Prasetyo.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, yang juga mengikuti pertemnuan hari ini, mengatakan penambahan dana riset tersebut belum disampaikan secara rinci dalam forum pertemuan itu. Brian menyebut Kementerian Pendidikan Tinggi diminta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk membahas perintah Presiden tersebut.

Brian menyebut tambahan dana riset itu berlaku bagi kampus negeri maupun swasta. "Intinya Bapak Presiden meminta anggaran penelitian ditambah Rp 4 triliun," kata dia, setelah pertemuan tersebut.

Ia mengatakan riset-riset strategis akan dibutuhkan karena Indonesia berencana membangun banyak industri dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai lokomotif. "Mulai dari industri waste to energy, hilirisasi mineral dan pangan, dan sebagainya," ujar Brian.

Pemerintah pun berharap perguruan tinggi dapat menjadi fondasi proyek-proyek tersebut. "Diharapkan perguruan tinggi memberi back up dengan riset-riset yang kuat, sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri itu menjadi cukup tinggi," kata dia.

Read Entire Article