Menag: Isra Mikraj Jadi Momentum Pertobatan Ekologis, Berhenti Merusak Alam

2 days ago 7

Menurut dia, peristiwa Isra Mikraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual sejatinya tidak berhenti di langit, tetapi harus berdampak nyata di bumi. Nabi Muhammad SAW memberikan teladan dengan kembali turun ke bumi untuk menebar rahmat, meskipun telah mencapai puncak kenikmatan di Sidratul Muntaha.

"Spirit langit yang kita rayakan seharusnya menjelma menjadi aksi bumi. Salat yang khusyuk semestinya melahirkan sikap hemat air, cinta kebersihan, dan keengganan merusak alam. Di situlah ekologi menemukan maknanya," ujarnya.

Nasaruddin juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu. Ia menyebut Masjid Istiqlal telah menerapkan prinsip tersebut hingga meraih sertifikat internasional EDGE dari Bank Dunia sebagai Green Mosque.

Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin mengajak masyarakat untuk mendoakan dan membantu korban bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. Dia mengatakan musibah ini sebagai ujian untuk "naik kelas" sekaligus peringatan untuk lebih peduli pada keseimbangan alam.

Senada dengan Menag, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam uraian hikmahnya juga menekankan bahwa kerusakan alam adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah kekhalifahan. Hanif mengajak umat Islam untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah sosial.

Read Entire Article