Polisi meluruskan informasi terkait pemasangan rantai dan gembok di pintu keluar Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, yang sempat dikaitkan dengan aksi 'Pak Ogah'.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Aang Kaharudin menegaskan, penutupan akses tersebut bukan dilakukan oleh juru parkir liar, melainkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Menurut Aang, pemasangan rantai dan gembok itu merupakan bagian dari kebijakan resmi Dishub untuk menutup jalan pada jam-jam tertentu. Penutupan dilakukan sesuai jadwal buka-tutup yang telah ditetapkan.
"Penutupan jalan itu memang dari Dishub dan Dishub sudah menyatakan bahwa gembok penutupan itu dari Dishub," kata Aang saat dikonfirmasi, dilansir Antara.
Dia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Dishub, akses tersebut ditutup mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB dan kembali dibuka setelahnya. Kebijakan itu diterapkan secara rutin dan memiliki jadwal yang jelas.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial melalui akun Instagram @lambe_turah memperlihatkan sejumlah orang seolah menjaga pintu keluar Tol Rawa Buaya, yang memicu beragam spekulasi di publik.

3 days ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476481/original/064752400_1768758136-gerakan_rakyat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2111998/original/007300900_1524453929-Ladang-Kacang-Tanah4.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)












