PRESIDEN Prabowo Subianto menjajaki kerja sama di sektor pendidikan dengan berbagai universitas terkemuka di Inggris. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan salah satu agenda Prabowo dalam rangkaian kunjungan kerja ke London, Inggris, berkaitan dengan bidang pendidikan tinggi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Prasetyo, Prabowo diagendakan meninjau kerja sama dengan beberapa universitas di bawah naungan Russell Group. “Untuk adanya kerja sama nanti bilamana memungkinkan membuka kampus-kampus baru di Indonesia,” tutur Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 19 Januari 2026.
Adapun Russell Group menaungi 24 kampus bergengsi di Inggris. Beberapa univeritas yang tergabung adalah University of Birmingham, University of Cambridge, University of Edinburgh, University of Glasgow, Imperial College London, hingga University of Oxford.
Menurut Prasetyo, kerja sama pendidikan tinggi itu untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di beberapa bidang. “Di antaranya tentu bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk bidang kedokteran,” kata Prasetyo.
Selain sektor pendidikan, lawatan Prabowo ke Inggris juga berkenaan penandatanganan kerja sama di bidang maritim atau maritime partnership. “Kerja sama di bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nelayan kita,” ujar Prasetyo.
Lalu, agenda Prabowo lainnya di London berkaitan dengan pembicaraan ihwal rencana konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh. Prasetyo berujar, lebih kurang 8 bulan lalu, Prabowo atas nama pribadi—bukan selaku presiden—telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah.
“Untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah. Yakni itu atas kerja sama dengan Raja Charles,” ujar Prasetyo.
Sebelumnya, Prabowo telah tiba di London, Inggris, untuk memulai rangkaian kunjungan kerja dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan antara Indonesia dan Inggris. Prabowo mendarat di Bandar Udara London Stansted, Inggris, pada Ahad, 18 Januari 2026, waktu setempat.
Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden, Prabowo disambut oleh Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, Foreign Secretary’s Special Representative Adele Taylor MBE, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, dan Atase Pertahanan RI untuk Inggris Wiyata S. Aji. Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III. Selepas dari Inggris, Prabowo bakal melanjutkan lawatannya ke Swiss.





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)












