Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus mendorong perluasan lapangan kerja melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya UMKM yang dipimpin perempuan, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Kanada, yang mengalokasikan pendanaan lebih dari 22 juta dolar Kanada atau sekitar Rp266,4 miliar untuk mendukung lima inisiatif penguatan UMKM di Indonesia.
Pendanaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas UMKM, khususnya di sektor makanan olahan, agar lebih produktif, berdaya saing, dan mampu menyerap tenaga kerja, sekaligus memperluas akses ke pasar ekspor.
Dukungan itu disampaikan oleh Menteri Muda Pembangunan Internasional Kanada Randeep Sarai dalam kunjungannya ke Jakarta.
“Saya dengan senang hati mengumumkan lebih dari 22 juta dolar Kanada untuk lima proyek baru yang akan membantu memperkuat kemitraan ekonomi Kanada dan Indonesia,” kata Randeep.
Pemerintah Indonesia memandang kerja sama tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem UMKM, mencakup akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, serta pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan penguatan tersebut, UMKM diharapkan dapat memperluas skala usaha dan membuka peluang kerja baru, terutama bagi perempuan.
Dari total pendanaan yang disiapkan, dua proyek utama difokuskan langsung pada peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM. Proyek Climate Resilient Agri-Food Trade Promotion Support (CRAFTS) memperoleh pendanaan sebesar 5 juta dolar Kanada atau sekitar Rp60,5 miliar untuk periode enam tahun. Program ini ditujukan untuk mendukung UMKM sektor makanan olahan melalui penguatan layanan pendukung perdagangan dan penerapan teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Sementara itu, proyek Economic Linkages for Enhanced Value, Trade and Exports (ELEVaTE) yang dijalankan bersama Catalyste+ juga memperoleh pendanaan sebesar 5 juta dolar Kanada untuk periode enam tahun. Program ini menargetkan sekitar 400 UMKM Indonesia agar lebih siap menembus pasar ekspor melalui peningkatan kapasitas usaha dan penguatan jejaring perdagangan internasional.

18 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476503/original/018967300_1768779649-1000226364.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476140/original/098351200_1768713380-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460853/original/058795000_1767324180-jo_yon_woo.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467358/original/078193400_1767875810-1.jpeg)












