Tanggal 20 Januari Diperingati sebagai Hari Apa? Yuk Cari Tahu!

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 20 Januari terdapat berbagai peringatan bersejarah. Hari ini diperingati sebagai Hari Penerimaan Nasional. 

Peringatan hari ini erat kaitannya dengan para penyandang disabilitas. Bagi para penyandang disabilitas, penerimaan bukanlah hal yang mudah.

Bukan hanya perihal penerimaan di tatanan sosial masyarakat, tetapi juga penerimaan terhadap diri mereka sendiri.

Peringatan hari ini, Selasa (20/1/2026) pertama kali diserukan oleh penyandang disabilitas asal Amerika Serikat (AS).

Hari ini juga diperingati sebagai Hari Camcoder. Hari ini dirakakan sebagai bentuk apresiasi terhadap lahirnya inovasi teknologi berupa kamera yang sudah membantu banyak orang untuk mengabadikan momen hidupnya. Sebelum adanya kamera, mustahil rasanya merekam sebuah kenangan dalam suatu benda di luar otak kita.

Kemudian, hari ini turut diperingati sebagai Hari Martin Luther King. Martin Luther King merupakan seorang pendeta sekaligus aktivis.

Kemunculannya sebagai representasi dari masyarakat berkulit hitam di Amerika Serikat. Martin vokal dalam memperjuangkan diskriminasi yang saat itu masih sangat tinggi angkanya.

Tak kalah menarik, hari ini dirayakan sebagai Hari Penguin Nasional. Hari ini diperingati untuk mengingatkan masyarakat dunia agar selalu menjaga eksistensi penguin di habitatnya.

Penguin bukan sekadar hewan lucu yang dapat dijadikan sebagai hiburan, melainkan juga hewan yang mesti kita jaga dan selamatkan agar keberadaannya masih dapat kita lihat di masa yang akan datang.

Terakhir, pada hari ini telah terjadi peristiwa berdarah di Kabul, Afghanistan. Tepat 8 tahun yang lalu, Hotel Intercontinental diserbu oleh orang-orang bersenjata. Para tamu menjadi korban penembakan dan granat diledakkan di dalam hotel. Akibatnya, kepanikan massal terjadi pada hotel tersebut dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada tanggal 20 Januari 2026 dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

Hari Penerimaan Internasional

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Hari Penerimaan Internasional jatuh setiap 20 Januari dan menjadi momen untuk menerima diri dengan segala kondisinya.

Hari Penerimaan Internasional erat kaitannya dengan para penyandang disabilitas yang memerlukan kekuatan penerimaan dari dalam diri masing-masing.

“Menerima hal-hal tertentu dalam hidup itu penting. Gagasan ini tentu saja berlaku dalam hal menerima disabilitas seseorang,” mengutip National Today, Selasa (20/1/2025).

Hari Penerimaan Internasional pertama kali diserukan oleh penyandang disabilitas dari Amerika Serikat, Annie Hopkins.

Menurut perempuan kelahiran 1984 itu, Hari Penerimaan Internasional adalah hari ketika orang-orang di seluruh dunia bersatu untuk mendukung dan menghadapi tantangan yang muncul karena memiliki disabilitas.

Hari Penerimaan Internasional diciptakan sebagai cara untuk mengakui penerimaan sosial terhadap disabilitas.

Penerimaan didefinisikan sebagai sikap menerima suatu situasi, proses, atau kondisi tanpa upaya untuk mengubahnya.

Annie meyakini, setiap penyandang disabilitas pernah mengalami situasi di mana mereka merasa disingkirkan atau dikecualikan dari suatu kelompok atau pertemuan sosial. Annie berupaya mengubah hal ini dengan menyerukan kesadaran tentang disabilitas untuk menciptakan dunia yang ideal.

Dalam dunia yang ideal, semua individu akan diterima apa adanya, tidak peduli seberapa berbedanya, tidak peduli seberapa uniknya mereka.

"Ini adalah visi dari pahlawan wanita kita di dunia nyata Annie Hopkins. Hari ini didedikasikan untuk penerimaan sosial bagi mereka yang berkebutuhan khusus dan untuk menghormati mendiang Annie Hopkins," mengutip laman yang sama.

Hari Camcorder Nasional

Dilansir Liputan6.com dari National Today, camcorder atau yang biasa dikenal dengan kamera video adalah bagian dari kehidupan masyarakat dalam merekam berbagai momen.

Hari Camcorder bukan hanya diperingati untuk merayakan kenangan-kenangan yang telah terekam, tetapi juga sebagai apresiasi untuk para videografer yang telah berjasa dalam mengabadikan momen spesial dalam hidup. 

Kamera pada umumnya biasanya berukuran besar dan memiliki beban yang cukup berat. Selain itu, unit perekam pada kamera biasa seringkali dijual terpisah. Namun, hadirnya camcorder membuat pekerjaan videografer menjadi jauh lebih mudah. 

Camcorder merupakan sebuah teknologi yang menggabungkan antara kamera video dengan kaset perekam. Hadirnya kemajuan teknologi ini tentu membuat para videografer tidak perlu lagi membeli kamera dan perekam secara terpisah. 

Versi pertama camcorder berbasis pita dan berfungsi untuk merekam sinyal analog ke pita  kaset video. Seiring dengan perkembangan zaman, pita kaset ini tak lagi terpakai dan mulai muncul teknologi yang lebih baru untuk menyimpan hasil rekaman.

Teknologi tersebut kini kita kenal dengan memori flash internal dan secure digital card atau yang lebih dikenal dengan Kartu SD. memori ini mampu merekam video di ponsel maupun kamera digital. 

Hari Camcorder bukan sekadar diperingati untuk mengulas kembali sejarah hadirnya camcorder di dunia.

Hari ini juga diperingati untuk merayakan semua bentuk videografi, baik dari hasil videografer profesional maupun videografer amatir yang baru memulai karirnya. Pada hari ini, semua videografer berhak untuk dihargai.

Hari Martin Luther King

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Hari Martin Luther King Jr., memperingati kehidupan dan warisan King, yang lahir pada tanggal 15 Januari 1929, dan menjadi tokoh terkemuka dalam perjuangan untuk keadilan rasial.

Hari MLK, sebagaimana hari libur tersebut secara populer disebut, ditetapkan sebagai hari libur federal pada tahun 1983 dan pertama kali diperingati pada tahun 1986. Hari libur tersebut selalu dirayakan pada hari Senin ketiga di bulan Januari.

Namun, pada tanggal yang sama yaitu 20 Januari 2025, juga menandai pelantikan presiden Donald Trump. Pelantikan selalu diadakan pada 20 Januari, kecuali jika tanggal tersebut jatuh pada Minggu.

Dalam hal tersebut, upacara pelantikan berlangsung pada tanggal 21 Januari, meskipun presiden baru tetap dilantik pada 20 Januari.

Sebagian besar penutupan kegiatan pada Senin waktu AS terkait dengan Hari MLK karena merupakan hari libur federal. Meskipun demikian, Hari Pelantikan juga dianggap sebagai hari libur bagi pegawai federal di wilayah Washington, DC.

Hari Penguin Nasional

Dilansir Liputan6.com dari National Today, jumlah penguin kini semakin berkurang akibat kondisi lingkungan yang mengalami perubahan secara perlahan. Setengah dari populasi penguin diprakirakan akan mengalami kepunahan pada akhir abad ini.

Situasi tersebut tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Penguin merupakan salah satu hewan unik yang perlu diselamatkan.

Penguin sudah bertahan hidup sejak tahun 1911. Pada masa itu, seorang peneliti bernama Robert F.Scott melakukan penelitian mengenai jumlah spesies penguin kaisar di antartika.

Scott menyelidiki koloni perkembangbiakan pertama penguin kaisar. Penelitian ini bukan hanya menyediakan informasi mengenai jumlah spesies penguin kaisar yang bertahan pada abad ini, tetapi juga memberikan edukasi terkait kehidupan hewan kecil ini di antartika.

Satu abad kemudian, yakni pada tahun 2018, jumlah penguin semakin bertambah. Lebih dari satu juta penguin ditemukan hidup lepas di pantai Antartika.

Sayangnya, pada tahun yang sama sebuah penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2100 dua pertiga dari koloni penguin akan mengalami penurunan drastis.

Hasil penelitian ini semestinya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Meski tak tinggal langsung di wilayah Antartika, kebiasaan hidup masyarakat dunia akan sangat berpengaruh pada iklim di wilayah dengan suhu rendah tersebut.

Penguin butuh hidup di area yang bersuhu dingin. Sementara, sejumlah batuan es di Antartika kini dikabarkan perlahan hilang karena pemanasan global. Jika pola hidup manusia tidak segera diubah, penguin akan segera punah.

Melindungi hewan ini dapat dilakukan dengan langkah kecil sedari sekarang. Masyarakat dunia dapat berkontribusi untuk mencegah pemanasan global dan pencairan batu es di Antartika dengan berbagai cara, seperti menggunakan barang ramah lingkungan hingga mengurangi pemakaian barang elektronik.

Penyerbuan Hotel Mewah Kabul

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Sabtu 20 Januari 2018 malam, tragedi berdarah terjadi di Intercontinental Hotel, Kabul Afghanistan.

Orang-orang bersenjata menyerbu hotel pada Sabtu malam kelabu itu, menembaki para tamu dan meledakkan granat di dalamnya.

"Sedikitnya empat pria bersenjata melancarkan serangan ke Hotel Intercontinental di Kabul, kata para pejabat Afghanistan seperti dikutip dari BBC kala itu.

Pasukan khusus membunuh dua penyerang, kata seorang Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, dan tengah berupaya menangkap yang lainnya.

Setidaknya lima orang terluka, kata para pejabat. Saat itu, tidak jelas berapa banyak orang yang telah terbunuh.

Para pelaku digambarkan menembak secara brutal ke arah para tamu di lobi hotel pada Sabtu malam. Di saat yang sama, pelaku juga terlihat meledakkan beberapa granat, dan membuat kepanikan massal di hotel bintang lima itu.

Otoritas setempat mengatakan, sebanyak 6 orang mengalami luka parah, dan 2 orang tewas dalam aksi penembakan brutal tersebut. Jadi setelah serangan dikabarkan ada empat orang tewas, termasuk dua pelaku dalam insiden itu. 

Serangan penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat, dengan laporan saksi mengatakan, pelaku menembaki petugas keamanan untuk merangsek masuk ke dalam hotel.

Setelahnya, para pelaku memberondongkan peluru ke arah petugas dan tamu hotel yang tengah berada di area lobi.

Sebelum berlanjut naik ke lantai di atasnya, pasukan khusus datang dan mengepung seluruh area lantai dasar hotel itu.

Beberapa laporan publik mengatakan, serangan tersebut diduga kuat menyasar sebuah konferensi teknologi informasi yang tengah berlangsung di Intercontinental Hotel, dan dihadiri oleh beberapa pejabat penting Afghanistan. Satu saksi turut menyebut, pelaku sempat melakukan penyanderaan terhadap beberapa orang yang berada di lantai dasar hotel tersebut.

Mengutip The Guardian, Taliban mengklaim lima militannya, yang mengenakan rompi bunuh diri, melakukan serangan yang dimulai pada Sabtu malam dan menyebabkan baku tembak selama 12 jam ketika pasukan Afghanistan menyerbu gedung tersebut.

Menurut informasi, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 40 orang dari berbagai negara termasuk Afghanistan.

Read Entire Article