Wamentrans Viva Yoga Ungkap Kawasan Transmigrasi Barelang di Sumatera, 1.000 KK Siap Diberdayakan

11 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membuka Kawasan Transmigrasi baru di wilayah Sumatera yang diberi nama Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam, Rempang, Galang.

Sebanyak 1.000 Kepala Keluarga akan ditempatkan di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Di daerah Sumatera ini ada satu kawasan transmigrasi yang baru, namanya kawasan transmigrasi Barelang, Batam, Rempang, Galang. Kita tempatkan 1.000 kepala keluarga di Barelang dan sebagian juga ikut untuk program pelatihan," ujar Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi di Balai Pengembangan Pemukiman Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) di Pekanbaru, Riau, Sabtu 17 Januari 2026.

Viva Yoga menjelaskan, program transmigrasi kini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi difokuskan pada peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi warga.

Pemerintah menyiapkan berbagai pelatihan berbasis potensi lokal agar para transmigran memiliki bekal keterampilan yang sesuai dengan wilayah tujuan.

"Ini menunjukkan bahwa darah-darah di transmigrasi telah mengalami transformasi dan ini sesuai dengan visi dari Bapak Presiden Prabowo, dari Bapak Menteri Iftitah bahwa program transmigrasi bukan semata berorientasi kepada perpindahan jumlah penduduk saja, tapi kita fokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi baik itu di satuan permukiman maupun di masyarakat lokal yang ada di kawasan transmigrasi," kata Viva Yoga.

Kawasan Transmigrasi Produktif

Viva Yoga mencontohkan, calon transmigran dari Provinsi Lampung kini mengikuti pelatihan di Balai Transmigrasi Pekanbaru.

Menurutnya, hal ini menandai perubahan besar dalam wajah transmigrasi nasional, di mana daerah yang dulu menjadi tujuan kini menjadi daerah asal.

Dia menuturkan, Kawasan Transmigrasi Barelang dirancang sebagai kawasan produktif berbasis pertanian dan perikanan modern. Pemerintah menyiapkan demplot sebagai model yang akan diterapkan langsung oleh warga di lapangan.

"Misalnya untuk demplot Bioflok Ikan Nila di Kawasan Transmigrasi Barelang sedang dibangun kelompok-kelompok komunitas di kepala keluarga di kawasan Barelang untuk juga membuat bioflok ikan nila," ucap Viva Yoga.

"Juga, untuk tanaman hidroponik di setiap pekarangan juga akan kita kembangkan tanaman sayuran hidroponik agar bisa mandiri," sambungnya.

Viva Yoga menambahkan, seluruh konsep tersebut digodok terlebih dahulu di balai pelatihan agar calon transmigran memahami produk unggulan yang akan dikembangkan di wilayah tujuan.

"Jadi di Balai Pelatihan inilah seluruh produk yang akan kita terapkan di lapangan di kawasan transmigrasi itu di Godok, kemudian calon transmigrasi di latih, disesuaikan dengan produk unggulan apa nanti, untuk yang tujuan Transmigrasi nya di sana," lanjut Viva Yoga.

Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Menurut Viva Yoga, program transmigrasi selama ini terbukti mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

"Jadi ini adalah hal yang bagus karena dari program Transmigrasi ini selalu menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Jadi yang dulu mau jadi tanah yang kosong, kemudian ditempati Warga Trans, baik warga lokal maupun melalui program Transmigrasi Karya Nusa, ada orang, ada aktivitas ekonomi, aktivitas sosial, aktivitas budaya, kemudian tumbuh menjadi Desa, Desa tumbuh menjadi Kecamatan, Kecamatan tumbuh menjadi Kabupaten, Kabupaten tumbuh menjadi Provinsi," paparnya.

Viva Yoga juga menyinggung pengembangan produk unggulan di berbagai kawasan transmigrasi, seperti Nanas di Pekanbaru, Pala di Maluku Utara, dan Sagu di Maluku.

"Jadi dengan produk unggulan di masing-masing tiap kawasan transmigrasi, itu akan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi baru," jelas dia.

Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah berharap kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat tinggal baru, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang tumbuh secara kolektif antara warga Transmigran dan masyarakat lokal.

Read Entire Article